Hm……….. pertanyaan seperti ini yang dianggap paling sensitif bagi para wanita. Kalau sekarang pertanyaan macam itu terlontar buat aku, aku sudah punya jawaban yang sangat dashyat dan manusiawi ” aku kan lagi hamil”.
Setahun lalu pertanyaan itu sangat amat mengganggu, karena berat badanku naik drastis hampir sama seperti berat badan kehamilanku yang pertama dibulan ke-5 ( 67 kilo saja !!! ). Dengan tinggi badan standar rata-rata perempuan Indonesia… jadilah badanku kelihatan bulet. Banyak juga yang mengira aku lagi hamil lagi. Tapi ya… kalo aku tanya suami apakah aku gendut? jabannya datar aja “ya udah nggak apa-apa… yang penting kan sehat”, tapinya kalo lagi santai dia suka ngegodain “bunda bulet… bunda bulet…” sambil nyubitin lemak-lemak yang berlipat. Dan yang lebih parah lagi anakku yang sudah mulaai mengerti dan kritis ikut-ikutan komen. Anakku itu kan lagi doyan-doyannya makan and minum susu… so badannya jadi keliatan bulet and montok, aku juga sih gara-garanya suka gemes ke dia sambil nyubitin pipinya aku bilang “ih… mas Rafi udah gede… tambah bulet jadi tambah lucu dan ganteng…”, dia menatapku datar sambil mendekatiku… tangannya yang mungil langsung mencubit perutku yang berlipat sambil berucap polos “idih… bunda perutnya gendut… lucu deh….”. Oh my god…perkatannya yang polos langsung mengusik sensitifitasku kepada bentuk wanita ideal. I must do something to get my ideal shape. ( ya iyalah… kalo anak kecil bulet, gendut dan montok memang keliatan lucu… tapi aku, apakah masih pantas dapat predikat lucu ???? )
Langsung deh ya… browsing-browsing cara menurunkan dan membentuk badan, dari mulai yang minum obat pelangsing, akupuntur, food combining, diet nutrisi, pake pakaian pelangsing sampe olahraga aku pelajari kemungkinannya. Setelah mencoba berbagai alternatif diatas selain olahraga dan akupuntur… nggak ada yang berhasil. Akhirnya tinggal dua alternatif… kalo akupuntur masih ada resiko cocok-cocokan.. akhirnya kuputuskan untuk join club kebugaran dengan personal trainner. Setelah di gembleng latihan yang berat selama 4 bulan ( beneran.. personal trainernya gualak banget, hampir tiap latihan terjadi keributan-keributan tetang bobot dan waktu latihan ) dan diet yang ketat aku berhasil menstabilkan berat badan dengan tinggi badan. ( Yippy… Hore…… ). Semua orang juga jadi pada pangling banget termasuk dua mahluk kritis dirumahku.. (suami dan anakku).
Tetapi kondisi tersebut tidakkan bertahan lama… karena dalam hitungan beberapa bulan kedepan aku akan kembali membulat dan gendut but at least i have great answer for that. Bagi perempuan-perempuat jangan takut gendut… karena memang sudah ada kodratnya kalo kita harus gendut (he…he…he.. sesat banget komennya ).