23
Okt
08

” Kok Gendut ?? “

Hm……….. pertanyaan seperti ini yang dianggap paling sensitif bagi para wanita. Kalau sekarang pertanyaan macam itu terlontar buat aku, aku sudah punya jawaban yang sangat dashyat dan manusiawi ” aku kan lagi hamil”.

Setahun lalu pertanyaan itu sangat amat mengganggu, karena berat badanku naik drastis hampir sama seperti berat badan kehamilanku yang pertama dibulan ke-5 ( 67 kilo saja !!! ). Dengan tinggi badan standar rata-rata perempuan Indonesia… jadilah badanku kelihatan bulet. Banyak juga yang mengira aku lagi hamil lagi. Tapi ya… kalo aku tanya suami apakah aku gendut? jabannya datar aja “ya udah nggak apa-apa… yang penting kan sehat”, tapinya kalo lagi santai dia suka ngegodain “bunda bulet… bunda bulet…” sambil nyubitin lemak-lemak yang berlipat. Dan yang lebih parah lagi anakku yang sudah mulaai mengerti dan kritis ikut-ikutan komen. Anakku itu kan lagi doyan-doyannya makan and minum susu… so badannya jadi keliatan bulet and montok, aku juga sih gara-garanya suka gemes ke dia sambil nyubitin pipinya aku bilang “ih… mas Rafi udah gede… tambah bulet jadi tambah lucu dan ganteng…”, dia menatapku datar sambil mendekatiku… tangannya yang mungil langsung mencubit perutku yang berlipat sambil berucap polos “idih… bunda perutnya gendut… lucu deh….”. Oh my god…perkatannya yang polos langsung mengusik sensitifitasku kepada bentuk wanita ideal. I must do something to get my ideal shape. ( ya iyalah… kalo anak kecil bulet, gendut dan montok memang keliatan lucu… tapi aku, apakah masih pantas dapat predikat lucu ???? )

Langsung deh ya… browsing-browsing cara menurunkan dan membentuk badan, dari mulai yang minum obat pelangsing, akupuntur, food combining, diet nutrisi, pake pakaian pelangsing sampe olahraga aku pelajari kemungkinannya. Setelah mencoba berbagai alternatif diatas selain olahraga dan akupuntur… nggak ada yang berhasil. Akhirnya tinggal dua alternatif… kalo akupuntur masih ada resiko cocok-cocokan.. akhirnya kuputuskan untuk join club kebugaran dengan personal trainner. Setelah di gembleng latihan yang berat selama 4 bulan ( beneran.. personal trainernya gualak banget, hampir tiap latihan terjadi keributan-keributan tetang bobot dan waktu latihan ) dan diet yang ketat aku berhasil menstabilkan berat badan dengan tinggi badan. ( Yippy… Hore…… ). Semua orang juga jadi pada pangling banget termasuk dua mahluk kritis dirumahku.. (suami dan anakku).

Tetapi kondisi tersebut tidakkan bertahan lama… karena dalam hitungan beberapa bulan kedepan aku akan kembali membulat dan gendut but at least i have great answer for that. Bagi perempuan-perempuat jangan takut gendut… karena memang sudah ada kodratnya kalo kita harus gendut (he…he…he.. sesat banget komennya ).

16
Okt
08

Air Bisa Jadi Gas

Kemarin, waktu browsing buka detik.com ada berita penemuan kompor berbahan bakar air oleh seorang bapak yang nggak tamat kuliah. Beliau bereksperimen bertahun-tahun and berkali-kali juga gagal. Istrinya sempat under estimate sama penemuan kakandanya ini. Eksperimennya berhasil, dia menemukan formula yg dapat merubah air menjadi gas untuk bahan bakar kompor sementara ini, dengan kesahajaannya beliau tidak mau ciptaannya dikuasai dunia corporat, dia ingin penemuannya bisa dikembangkan oleh masyarakat dan membuka lapangan kerja yang luas ( sungguh mulia cita2 nya ).

Bagi aku hal tersebut adalah keren banget… idenya aja terdengar huebat bagi orang awam seperti aku. Dari artikel itu bisa diambil hikmah yang sangat dalam. Pertama, ilmu pengetahuan bila terus diasah, dipelajari bagaimanapun caranya (tidak harus melalui pendidikan formal) akan sangat bermanfaat (buat diri sendiri atau buat orang lain). Kedua, keinginan kuat,kegigihan dan kesabaran. Kalau orang yang punya kemauan dan semangat untuk mencapai yg diinginkannya, Insaallah usahanya nggak akan sia2. Untuk mencapai sesuatu tidak ada yang instan (kecuali kalo mau bikin indomie rebus and kopi 3 in 1).  Butuh suatu kesabaran dan pengorbanan, idak boleh takut gagal karena katanya kegagalan adalah suatu proses menuju keberhasilan (kata siapa ya? :P ).

Itulah hebatnya ilmu eksak … terlebih kimia. Kalo inget jaman sekolah dulu, justru pelajaran kimia itu yang sangat menjadi momok menakutkan buat aku. Udah gurunya manis tapi gualak…….. (wuaduh….) .

Pokoknya Hidup pengetahuan… Hidup Kimia… Hidup Orang Indonesia…..

16
Okt
08

Kenapa Harus Nge-Blog ?

Alhamdulillah… teman2 / bloggers akhirnya cloudiest bikin juga tulisan.

Ceritanya begini….. aku punya teman… teman sepermainan… (ah…ah…) dia sekarang berada di belahan dunia lain karena ditugasin oleh kantornya. Kita udah 6 tahun lebih ggak keep in touch ( dia hilang bagai ditelan bumi ). Until oneday, aku ikutan milis alumni SMU dan tak dinyana dan diduga, ketemulah alamat e-mailnya ( untung aja id nya nggak beda jauh ama nama aslinya ).

Mulailah e-mail2 an…. trus… YM2 an…. karena terlalu banyak yg pengen diketahui olehnya sarana tersebut kurang memadai karena perbedaan jarak dan waktu mulailah ide briliannya menyarankan aku bikin blog ( secara dia bilang diaryku udah ketinggalan jaman dan nggak gampang di akses ) ya sut deh.

Sebenernya udah lama pengen punya blog kayak orang-orang jaman sekarang. Tapi ya…. udah 2 hari terdaftar.. mau nulis itu rasanya kok susah banget, selain rada2 gaptek otak ini kalo udah didepan komputer mendadak blank ditambah lagi penguasaan tata bahasa yang minim ( hancurlah sudah )

Jadi… untuk teman2 ato bloggers yang nggak sengaja menemukan blog cloudiest ato terjebak didalamnya sehingga membaca lebih dalam dan terhanyut dalam kebingungan, ya.. maaf lahir batin.

Ok sepertinya udah semakin kusut dan smrawut otak ini, jadi lebih baik back to work.

22
Okt
08

Udah Tua kok Masih Nyontek

Hmmmmh……… kuesel deh kalo punya rekan kerja yang kayak gini nih !!!!!

Disuatu pagi yang cerah……. si A (sebut saja begitu) datang kemeja untuk curhat, mengeluarkan unek2 tugas analisa yang dikasih sama bos kita. Semua rekap bulanan harus dianalisa, evaluasi dan diberi kesimpulan. Aku dengerin aja dia sambil cari2 file lagu Mp3 untuk memeriahkan suasana. Bla….bla…bla…  dan “eh itu tugas summary bulanan!”  teriaknya sambil mendekati map bening yang tertimpa kalkulator di mejaku. “iya…..” sahutku cepat. Tanpa curiga aku tinggal dia keluar ruangan karena ingin ke kamar kecil (sudah tidak nahan… ).

Tibalah waktu penilaian (ceile .. kayak sekolah aja). Aku dan A dipanggil (tumben nih kok dipanggil berduaan jadi curiga??????).

“Silahkan duduk… terusterang saya senang dengan hasil tugas kalian, tetapi… apa kalian mengerjakannya bersama-sama ?” si bos langsung ngomong to the point.   

Oh ow… dengan argumentasi dan penjelasan akhirnya aku bisa membuktikan kalo aku tidak menyontek ataupun bekerjasama. Bagaimana dengan nasib si A?… tidak usah dijelaskan… sepertinya dia sudah jera. Kok ya heran ya….. coba dari awal kalo dia masih belum mengerti  tentang tugas itu. pasti aku bantu. Paling tidak coba dia jujur sama bos minta diberi tengat waktu.  Aku jadi nggak mengerti apa yang ada di fikirannya sampai melakukan pencontekan.

Kalo dulu sih jaman sekolah… aku sering juga nyontek sama temen bangku sebelah (secara gitu dia lebih pinter). Tapi yang paling mengesankan dan tidak terlupakan adalah pada waktu SMA kelas 3. Ada mata pelajaran bahasa Perancis, kebetulan pas ulangan soalnya ABCD jadi kiri-kanan-depan-belakang soalnya beda semua. 15 menit menjelang waktunya habis, temen sebangkuku si Arab (sori Rim… tapi kamu kan emang arab..!!!) minta tolong dilihatin (dicontekin di buku cetak) karena disoalnya ada teks tulisan bahasa Perancis dan kita disuruh menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia  dan teks itu ada di buku cetak. Secara kita soalnya beda.. dan karena jawaban harus ditulis langsung di soalnya jadi daripada ketahuan pas oper-operan kertas… jadi dia punya ide gila minta tolong aku menterjemahkan untuknya dengan melihat teks soal di buku cetak ( ribet nggak sih bacanya ??? ).

Selagi asyik masyuk dengan si arab (Aku terjemahin dia yang nulis) sambil bisik-bisik. Tiba-tiba satu ruang kelas pada ketawa, karena nggak mau kalah aku juga ikutan ketawa sambil terus khidmad liat buku teks. “duh…” si Arab menendang kakiku sambil mata dan mulutnya monyong-monyong memberi isyarat kalo aku harus menengok ke sebelah kanan (temen-temen masih pada ketawa).  WAW…. pas nengok kekanan.. terlihatlah wajah guruku, seorang pria gemulai senyam-senyum disebelahku sambil narik kertas soal ku dan si Arab ” nyonteknya sudah dulu ya……. kertasnya mau dikumpulkan”. Untung aja kita nggak dihukum apa-apa cuman malu doang diketawain ama anak-anak sekelas, pak guruku itu sangat baik hati… mungkin dia tahu kalo bahasa Perancis itu sousah… jadi dia nggak kasih hukuman.

Nah kan…….. sebetulnya mendingan kayak temenku si Arab kan.. nyonteknya minta tolong.. (kan malunya jadi bareng-bareng) dari pada diam-diam terus ketahuan. Udah tua kok kalah sama anak SMA.

22
Okt
08

Hamil = Dimanja

Alhamdulillah…… itu adalah kata pertama yang terucap saat tau hasil USG menyatakan kalau aku positif hamil. Kandungan yang kedua ini agak-agak kurang terdeteksi sudah 2 kali test pack hasilnya negatif and then test urine… juga negative, penasaran juga karena bulan udah telat banget datengnya… finally diputuskan USG.

Hamil aau mengandung adalah ujian bagi wanita (khususnya aku yang dua bulan pertama rasanya mabok terus dari pagi sampe malem). Bawaannya mau jackpot terus, sampe-sampe anak pertamaku penasaran bertanya ” Bunda… Bunda kenapa sih? pusing ya? yuk lafi anterin oo.. (sebutan dia untuk throw up)”. Yang paling berat adalah harus bangun pagi untuk pergi ke kantor…. (itu sih emang males :P )

Dari berbagai cobaan tersebut momen ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk cari perhatian suami, anak, ortu, sanak saudara, tetangga dan si mbak (he..he…he..he..). Otomatis semua jadi care banget and perlakuan jadi pada lembut dan gemulai.

 Pertama suami : Dia itu yg biasanya susah banget kalo disuruh2 mampir beli makanan (jajan dan buah2an) pas pulang kantor, sekarang … aku mau apa aja langsung deh ok  (biar dimana aja, kapan aja pasti dicari sampe dapet). Udah gitu kemaren pas si mbak pulang kampung (lebaran) dia mau ngerjain semua pekerjaan rumah (kecuali nyetrika baju). And yang paling menakjubkan dia mau nyuapin Rafi (secara Rafi ini sekarang kalo makan pemilih banget… kalo nggak selera pasti dilepeh).

Kedua anakku (Rafii) : Dia sekarang jadi anak yg perhatian dan pengertian banget, lebih peka. Misalnya, dia liat aku lemes ato ngerasa sakit.. dia langsung inisiatif ngambilin air minum sama obat (walaupun obatnya nggak mecing… masa dikasihnya salep Thrombopop). Trus minta tolong apa aja dia pasti mau ngebantuin (so sweet……).

Ketiga Orangtua : Kalo orang tua aku mah.. nggak usah hamil juga udah takecare banget ama aku. Tapi ini lebih special rasanya… aku jadi lebih sering di traktir dan disuruh istirahat (secara gitu sebelum hamil aku jadi humas mereka…disuruh belanja.. disuruh kondangan… disuruh ambil pesenan kue dan sebagainya yang berhubungan dengan dunia luar).

Keempat sanak saudara : Mereka yang biasanya rewel… suka minta ini minta itu… sekarang lebih kalem dan jinak. Tante-tanteku juga lebih pengertian dengan tidak menitipkan barang-barang ato ngajakin shopping.

Kelima si mbak : Dia sekarng jadi lebih rajin dan jarang minta ijin liburan kalo wiken. Udah gitu masaknya juga lebih enak… tiap hari inisiatif beliin buah terus dikupasin. Trus dia juga udah excited banget mempersiapkan Rafi jadi seorang kakak.

Itu dia keindahan saat sedang mengandung. Tapi asal jangan keenakan aja ya claudiest…………

14
Okt
08

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




Februari 2010
S S R K J S M
« Okt    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Bulan